Ke Bandung Naik KRD Ekonomi Cicalengka-Padalarang

Kali ini, Jumat, 30 Desember 2011, saya berada di Stasiun Cicalengka. Kereta Rel Diesel (KRD) Ekonomi trayek/jurusan Cicalengka-Padalarang sudah menanti. Semula, saya hendak pergi ke Stasiun Padalarang. Namun, karena hari sudah agak malam, rencana itu dibatalkan. Tujuan saya kali ini sampai Stasiun Bandung saja.

“Ke Bandung, Pak” ujar saya kepada petugas di loket tiket/karcis. Saya pun diberi tiket tertulis “Cicalengka-Ciroyom I” seharga Rp 1.000,- (seribu rupiah). Sebagai informasi, harga tiket KRD Ekonomi Padalarang-Cicalengka ialah Rp 1.500,- (seribu lima ratus rupiah).

Tidak lama kemudian, suara di Stasiun Cicalengka berbunyi: “KRD Ekonomi Kiaracondong-Bandung-Ciroyom segera diberangkatkan”. KRD Ekonomi yang saya tumpangi pun berangkat pada jam 18.00 WIB. Di dalam kereta, semua penumpang bisa duduk. Malah ada beberapa bagian yang masih kosong.

Selama perjalanan, seperti biasa, banyak penjual makanan/minuman dan barang-barang lainnya yang hilir mudik. Tidak lupa kelompok pengamen, peminta-minta, dan satu-dua orang penyapu sampah. Namun, berdasarkan pengamatan saya, kehadiran mereka tidak terlalu mengganggu. Artinya, tidak ada yang memaksa. Aman-aman saja.

KRD Ekonomi yang saya tumpangi kali ini berhenti di setiap stasiun, kecuali Stasiun Gedebage. KRD Ekonomi ini memang melintasi Stasiun Cicalengka, Stasiun Haurpugur, Stasiun Rancaekek, Stasiun Cimekar, Stasiun Gedebage, Stasiun Kiaracondong, Stasiun Cikudapateuh, Stasiun Bandung, dan Stasiun Ciroyom.

Tadinya, saya berencana untuk turun di Stasiun Bandung. Saat itu jam menunjukkan angka 18.56 WIB. Namun, karena tiket saya bertuliskan “Cicalengka-Ciroyom I” maka saya berencana turun di Stasiun Ciroyom saja. Saya turun di Stasiun Ciroyom dan waktu menunjukkan jam 19.00 WIB. Setelah saya dan beberapa penumpang turun, KRD Ekonomi pun melanjutkan perjalanannya menuju Stasiun Padalarang.

Hal menarik dalam perjalanan kali ini yaitu tiket saya yang bertuliskan Rp 1.000,- (seribu rupiah). Jadi, kalaupun mau, saya bisa ke Stasiun Padalarang dengan menghabiskan uang Rp 1.000,- (seribu rupiah), bukan Rp 1.500,- (seribu lima ratus rupiah). Apalagi, selama perjalanan, petugas jarang memeriksa kepastian harga tiket atau “kebaruan” tiket. Bagaimana kalau ada tiket yang kemarin?

Akan tetapi, sebagai pesan moral, janganlah hanya selisih Rp 500,- (lima ratus rupiah) kita mengorbankan kejujuran. Cee…iii…leeehhh.

Belum Ada Tanggapan to “Ke Bandung Naik KRD Ekonomi Cicalengka-Padalarang”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: