Jalan-jalan ke Cianjur Naik Kereta Api Padalarang-Cianjur

Hari telah menjelang siang. Hari itu, Sabtu, 7 Januari 2012, saya sudah berada di Stasiun Padalarang. Ya, saya memang sedang menunggu dibukanya loket tiket/karcis untuk membeli tiket/karcis kereta api lokal trayek Padalarang-Cianjur. Sayang, petugasnya belum bisa melayani karena saat itu masih melayani tiket/karcis KRD Ekonomi Padalarang-Cicalengka yang dijadwalkan berangkat pada pukul 07.30 WIB.

Untuk mengisi waktu, saya berkeliling Stasiun Padalarang untuk melihat keadaan. Berjalan ke luar Stasiun Padalarang, tampak ada pasar di seberang jalan. Stasiun Padalarang memang berada di sisi jalan. Di jalan ini pun melintas tiga trayek angkot yaitu angkot Stasiun Hall-Cimahi-Padalarang (berwarna hijau strip putih-orange), angkot Leuwipanjang-Cimahi-Padalarang (juga berwarna hijau strip putih-orange), dan angkot Padalarang-Cimahi via Dustira (berwarna merah strip hitam). Khusus untuk angkot dari Stasiun Hall dan Leuwipanjang, biasanya kedua angkot ini dibagi ke dalam dua trayek yaitu Stasiun Hall-Cimahi dan Cimahi-Padalarang serta Leuwipanjang-Cimahi dan Cimahi Padalarang. Hal itu tergantung pada sedikit atau banyaknya penumpang. (Sebetulnya, di kawasan Stasiun Padalarang ini ada juga angkot Padalarang-Parongpong yang berwarna kuning strip biru. Namun, lokasi antara Stasiun Padalarang dan “terminal” angkot ini dipisah oleh perumahan/pemukiman penduduk sehingga kita harus melewati perumahan/pemukiman penduduk tersebut).

Ketika melihat kereta api lokal Padalarang-Cianjur yang sedang parkir di jalur rel 1 (baca: kereta api ini merupakan kereta api pemberangkatan dari Stasiun Cianjur pada pukul 05.00 WIB), saya melihat tempat duduk sudah penuh. Saya kira, ini merupakan “strategi” calon penumpang untuk menguasai tempat duduk lebih dahulu. “Biarlah saudara atau temannya yang nanti beli tiket/karcis ketika loket tiket/karcis sudah dibuka,” pikir saya dalam hati. Kereta api lokal trayek ini memang hanya menyediakan dua gerbong penumpang.

Setelah petugas tiket/karcis melayani, saya pun segera membeli tiket/karcis kereta api lokal Padalarang-Cianjur dan diberi tiket/karcis bertuliskan “Padalarang-Cianjur” seharga Rp 1.500,- (seribu lima ratus rupiah). Setelah KRD Ekonomi Padalarang-Cicalengka diberangkatkan dari Stasiun Padalarang pada pukul 07.30 WIB dan Kereta Api Kahuripan trayek Kediri-Padalarang tiba di Stasiun Padalarang pada pukul 07.45 WIB (dari jadwal jam 07.57 WIB), Kereta api lokal Padalarang-Cianjur yang saya naiki mulai berjalan pada pukul 08.30 WIB. O…ow…, ada beberapa penumpang yang baru datang ketinggalan, tetapi kereta api ini tetap berjalan sesuai jadwal. Tampaknya, mereka harus kecewa karena harus menunggu pemberangkatan pukul 16.30 WIB yang merupakan kereta api yang diberangkatkan dari Stasiun Cianjur pada pukul 11.30 WIB.

Selama perjalanan, tampak para penjual makanan/minuman dan barang kebutuhan lainnya hilir mudik. Dalam perjalanan kali ini, saya hanya bisa berdiri di belakang meskipun di dalam masih kosong, kecuali para penumpang yang duduk di tempat duduk. Posisi berdiri di belakang pun sebenarnya ada maksud. Saya ingin melihat keadaan baik ke depan maupun ke belakang. Itu saja. Namun, mulai Stasiun Rajamandala, kereta api ini dipenuhi penumpang.

Kereta api lokal Padalarang-Cianjur yang saya naiki berhenti di setiap stasiun yaitu Stasiun Tagogapu (pukul 08.41 WIB), Stasiun Cipatat (09.01), Stasiun Rajamandala (09.10), Stasiun Cipeuyeum (09.21), Stasiun Ciranjang (09.31), Stasiun Selajambe (09.40), Stasiun Maleber (09.51), dan terakhir Stasiun Cianjur (09.59). Ada satu hal menarik dalam perjalanan kali ini yaitu di antara Stasiun Tagogapu dan Stasiun Cipatat terdapat dua peristiwa ketika kereta api berhenti sejenak untuk menurunkan beberapa penumpang. Seperti naik angkot ya? Ada untungnya saya berdiri di belakang sehingga bisa mengalami apa yang terjadi.

Secara umum, kedaan alam yang dilewati kareta api lokal Padalarang-Cianjur ini terdiri dari dua bagian besar. Jika di wilayah Kabupaten Bandung Barat alamnya adalah bukit dan hutan maka di wilayah Kabupaten Cianjur alamnya adalah persawahan. Oh ya, ada pemandangan yang cukup menarik yaitu dilewatinya dua sungai besar.

Akhirnya, saya pun tiba di Stasiun Cianjur pada pukul 09.59 WIB. Setibanya di Stasiun Cianjur, saya tidak “berani” untuk berjalan jauh meninggalkan Stasiun Cianjur. Bukan apa-apa, untuk pulang ke Bandung, saya harus naik kereta api yang sama dengan pemberangkatan pukul 11.30 WIB. Kalau tidak, maka saya harus pulang naik kereta api yang sama besok pagi (pukul 05.00 WIB). Sebenarnya untuk pulang ke Bandung bisa naik bus dan akses ke terminal bus dari Stasiun Cianjur pun cukup terbuka. Tampak ada tiga trayek angkot yang berada di luar Stasiun Cianjur. Namun, dalam perjalanan kali ini, saya kan hanya berencana untuk menikmati jalur rel kereta api lokal Padalarang-Cianjur dan sebaliknya.

Jadwal Kereta Api Lokal trayek Padalarang-Cianjur dan Cianjur Padalarang:

Dari Stasiun Cianjur pukul 05.00 WIB dan 11.30 WIB.

Dari Stasiun Padalarang pukul 08.30 WIB dan 16.30 WIB.

Satu rangkaian perjalanan (Sabtu, 7 Januari 2012): Bandung-Padalarang, Padalarang-Cianjur, Cianjur-Padalarang, dan Padalarang-Bandung.

Satu Tanggapan to “Jalan-jalan ke Cianjur Naik Kereta Api Padalarang-Cianjur”

  1. SAYA SANGAT MENGHARAPKAN RUTE KA CIANJUR-PADALARANG CEPAT2 DIBUKA KEMBALI SELAIN PEMANDANGAN YANG INDAH2 JUGA RUTE INI SEKARANG SANGAT STRATEGIS U/EKONOMI DENGAN DI HUBUNGKAN SEKALIGUS SUKABUMI-BOGOR-JAKARTA


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: