Cerita Kereta Api Lokal Padalarang-Cianjur Jelang Naik KRD Ekonomi Padalarang-Cicalengka

Masih bercerita tentang kereta api lokal Padalarang-Cianjur. Sebelum bercerita tentang perjalanan saya naik KRD (Kereta Rel Diesel) Ekonomi Padalarang-Cicalengka, saya ingin menceritakan kereta api lokal Padalarang-Cianjur lebih dahulu. Ya, entah mengapa kereta api lokal Padalarang-Cianjur ini sering menarik perhatian saya. Meskipun saya tidak terlalu sering berada di stasiun kereta api, dalam hal ini Stasiun Padalarang, ada saja informasi terbaru tentang kereta api lokal Padalarang-Cianjur ini. (Terlepas dari itu, keberadaan saya di stasiun-stasiun pun tidak mesti saya ceritakan setiap saat dalam blog ini).

Perihal harga tiket kereta api lokal Padalarang-Cianjur yang semula Rp 1.500,- (seribu lima ratus rupiah) menjadi Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) terhitung sejak 8 April 2012 misalnya, saya mengetahuinya dari pemberitaan surat kabar. Tidak beroperasinya kereta api lokal Padalarang-Cianjur selama sebulan (1-30 Juni 2012) pun saya tahu dari kertas pengumuman di Stasiun Padalarang yang saya baca pada tanggal 8 Juni 2012 lalu.

Ada cerita lain? Selasa, 17 Juli 2012, siang tadi, saya berada di Stasiun Padalarang. Seperti biasa, saya senang bertanya kepada security. Soalnya, security ini merupakan pihak yang selalu berhadap-hadapan dengan (calon) penumpang. Security-nya ramah-ramah dalam melayani. Paling tidak, securitylebih langsung berhadapan daripada petugas loket tiket.

“Pak, jadwal kereta api Padalarang-Cianjur jam berapa?” tanya saya. (Saya hanya sekadar bertanya karena tidak bermaksud untuk naik kereta api lokal Padalarang-Cianjur). “Kereta api itu tadi sudah berangkat jam 08.30,” jawabnya. (Saya memang masih melihat jadwal kereta api lokal Padalarang-Cianjur jam 08.30 WIB dan jam 16.30 WIB yang ditempel di dinding Stasiun Padalarang).

“Jadwalnya berubah nggak? Soalnya tanggal 5 Juli 2012 lalu, saya melihat kereta api Padalarang-Cianjur berangkat jam 11.30 WIB,” tanya saya lagi. “Salah lihat kali?” timpalnya. Saya pun menjelaskan, “Betul, saya lihat sendiri. Saat itu, saya bertanya kepada security. Saya bertanya tentang jam keberangkatan kereta api Padalarang-Cianjur. Selama bulan Juni 2012 kan tidak beroperasi. Lalu, security itu menjawab bahwa kereta api Padalarang-Cianjur baru mau berangkat dan menunjukkan jalur rel kereta api lokal Padalarang-Cianjur ditempatkan.” (Tanggal 5 Juli 2012 itu, saya menyaksikan lokomotif kereta api lokal Padalarang-Cianjur yang sedang dinyalakan. Kereta api lokal ini berangkat pada pukul 11.30 WIB. Saya sendiri saat itu hendak naik KRD Ekonomi Padalarang-Cicalengka yang berangkat pada pukul 11.50 WIB).

Mengetahui penjelasan saya, security itu pun menanggapi. “Oh, kereta api Padalarang-Cianjur telat itu biasa. Loko-nya rusak,” ujarnya. Saya pun bertanya kembali: “Bukankah selama bulan Juni 2012, loko-nya sudah diperbaiki?”. Tanpa tanya-jawab lagi, akhirnya saya dan security itu sama-sama tersenyum tanda “maklum” atau entah harus bertanya dan menjawab seperti apa. (Alasan lain, securitytentu masih harusbertugas melayani, sedangkan saya memiliki kegiatan lain. Namanya juga ngobrol sambil lalu).

Itu cerita saya tentang informasi kereta api lokal Padalarang-Cianjur. Sekarang, saya ingin bercerita pokok tentang perjalanan naik KRD Ekonomi Padalarang-Cicalengka.

Selasa, 17 Juli 2012, saya berada di Stasiun Padalarang. Saya segera membeli tiket KRD Ekonomi Padalarang-Cicalengka sebesar Rp 1.500,- (seribu lima ratus rupiah). Saya pun segera naik KRD Ekonomi Padalarang-Cicalengka. Kali ini, saya menempati gerbong terdepan.

KRD Ekonomi Padalarang-Cicalengka yang saya naiki kali ini berangkat pada pukul 15.48 WIB atau dua menit lebih cepat dari jadwal. Ini memang aneh, catatan angka pada jam saya lebih cepat dua menit dari angka pada jam di Stasiun Padalarang. Akan tetapi, dalam kegiatan sehari-hari, angka pada jam saya masih cocok.

Mungkin karena berada di gerbong terdepan, bangku penumpang lebih kosong. Karenanya, para penjual makanan/minuman dan barang-barang lainnya serta pengamen dan penyapu sampah tidak ada yang berjualan di gerbong pertama. Karena tempatnya berada di gerbong pertama, ada beberapa anak SMP yang berdiri di belakang lokomotif. Ah namanya juga anak-anak. Gagah-gagahan. Nakal-nakal. KRD Ekonomi Padalarang-Cicalengka mulai memenuhi gerbong pertama sejak di Stasiun Hall Bandung. Para penjual dan kawan-kawannya pun mulai memasuki gerbong pertama.

KRD Ekonomi Padalarang-Cicalengka yang saya naiki berhenti di setiap stasiun, kecuali Stasiun Andir dan Stasiun Gedebage. Inilah catatan waktunya yang sempat saya catat: Stasiun Padalarang (pukul 15.48 WIB), Stasiun Gadobangkong (15.53), Stasiun Cimahi (15.59), Stasiun Cimindi (16.06), Stasiun Andir (16.12, langsung lewat), Stasiun Ciroyom (16.17), Stasiun Bandung (16.24), Stasiun Cikudapateuh (16.33), Stasiun Kiaracondong (16.40), Stasiun Gedebage (17.01, langsung lewat), Stasiun Cimekar (17.06), Stasiun Rancaekek (17.15), Stasiun Haurpugur (17.48), dan berakhir di Stasiun Cicalengka pada pukul 17.55 WIB. Kemudian, KRD Ekonomi Padalarang-Cicalengka ini berjalan kembali menjadi KRD Ekonomi Cicalengka-Padalarang pada pukul 18.06 WIB (dari jadwal pukul 18.00 WIB).

Dalam perjalanan itu, KRD Ekonomi Padalarang-Cicalengka yang saya naiki berhenti cukup lama di Stasiun Kiaracondong (16.40-16.53). Ternyata ada KRD Ekonomi Cicalengka-Padalarang yang masuk. (KRD Ekonomi Cicalengka-Padalarang yang tiba di Stasiun Kiaracondong ini diperkirakan yang berangkat dari Stasiun Cicalengka pada pukul 15.45 WIB). Lalu, di Stasiun Rancaekek pun KRD Ekonomi Padalarang-Cicalengka yang saya naiki berhenti lebih lama lagi (17.15-17.40). Tampaknya, berdasarkan suara pengumuman di Stasiun Rancaekek, ada kereta api Lodaya menuju Bandung, KRD Patas Cicalengka-Bandung, dan kereta api Mutiara Selatan menuju Surabaya yang lewat.

Belum Ada Tanggapan to “Cerita Kereta Api Lokal Padalarang-Cianjur Jelang Naik KRD Ekonomi Padalarang-Cicalengka”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: